Ketika kau lompat ke dalam bus.
Lalu tergopoh duduk di sampingku. Disaat kau kebas payungmu.
Lantas cipratan titik hujan dari payungmu.
Hinggap di wajahku,
Kau tertawa geli.
Dengan tingkah gaya remajamu yang centil.
Harus marah . .Tentu tidak.
Kau mengusir rasa jemu dalam perjalanan macetnya Jakarta
Lalu obrolan dimulai dengan “Pulang kuliah atau Kerja?”
"Kerja, aku punya counter makanan berat di Plaza Blok M”
“Wah batu kali apa besi behel tuh”
“Hi hi hi .....” jawabmu “Makan ringan kan snack, ini makanan cius ngenyangin perut”
“Apa tuh ?” selidikku lebih lanjut supaya obrolan gak berhentiLalu tergopoh duduk di sampingku. Disaat kau kebas payungmu.
Lantas cipratan titik hujan dari payungmu.
Hinggap di wajahku,
Kau tertawa geli.
Dengan tingkah gaya remajamu yang centil.
Harus marah . .Tentu tidak.
Kau mengusir rasa jemu dalam perjalanan macetnya Jakarta
Lalu obrolan dimulai dengan “Pulang kuliah atau Kerja?”
"Kerja, aku punya counter makanan berat di Plaza Blok M”
“Wah batu kali apa besi behel tuh”
“Hi hi hi .....” jawabmu “Makan ringan kan snack, ini makanan cius ngenyangin perut”
“Iga bakar.......”
“Wow . . . kebetulan tuh, aku GAK DOYAN daging nih”
Setelah tukar menukar nomor HP.
Setelah dia sambut dering HP kontak pertama.
Setelah itu aku ke Blok M Plaza.
Setelah itu aku JADI DOYAN.
Makan Daging spesialnya Iga Bakar.
Di counternya, Si centil Cibi asli Betawi . . . . . . . .
Note ; Cuma test nyali masih ada gak kemampuan bersosialisasi dengan imut-imut maniez chibyl, Terimakasih Jakarta atas macet-mu yang panjang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar